Mengharukan! Ini Pesan Terakhir Jupe Sebelum Menghembuskan Nafas Terakhir



Manager Julia Perez atau Jupe, Markoneng memebeberkan pesan terakhir Jupe sebelum meninggal. Ia mengatakan, Jupe menitipkan pesan kepadanya untuk selalu menjaga kesehatan.

“Jaga kesehatan. Lu ngurus artis itu harus kuat,” kata Jupe seperti ditirukan Markoneng, saat diwawancari media televisi nasional Sabtu (10/6) siang.

Markoneng tak menyangka itulah pesan terakhir Jupe kepadanya. Markoneng mendengar kabar Jupe meninggal pada Sabtu pagi (10/9). Jupe meninggal di RSCM Jakarta Pusat.

Kabar Jupe meninggal disampaikan adik Jupe, Nia Anggia melalaui akun instagram miliknya, @anggitheperez.

“Innalilahiwainailahirojiun telah berpulang kakak kami tercinta Julia Perez. Minta doanya ya semua , terimakasih semu atas supportnya selama ini,” kata tulis Nia Anggia.

Jupe meninggal setelah berjuang melawan kanker serviks stadium empat. Sebelum tutup usia, Jupe menjalani serangkaian pengobatan. Namun almarhumah tak sanggup lagi melawan penyakit pembunuh kaum hawa itu. Selama sakit, Jupe hanya sanggup terbaring dan melambaikan tangan dari tempat tidurnya.

Jupe tak sanggup beranjak karena merasakan nyeri di bagian kakinya. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena kanker serviks. Wanita yang sudah berhubungan seksual paling berisiko. Ironisnya, karena tanpa gejala, banyak wanita yang
datang berobat saat sudah stadium lanjut.

Seseorang dengan kanker serviks biasanya ditangani dengan operasi dan radiasi, sedangkan kemoterapi jika setelah stadium 2-3. Jika sudah stadium sudah lanjut maka dapat menjalar hingga nyeri di bagian kaki. Hal itu juga dialami Jupe.

“Karena kaki organ terdekat dari mulut rahim, rasa nyeri akan dialami jika sudah stadium lanjut. Hal itu terjadi pada Jupe. Lalu menjadi kurus kemudian bengkak pada kaki. Tanda ini nyata pada Jupe,” ungkap Ahli Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Yati Afiyanti kepada JawaPos.com.

Ironisnya, wanita pasien kanker yang datang hampir 70 persen sudah stadium lanjut. Sehingga pada akhirnya susah diobati.

Sama dengan wanita lainnya, untuk pencegahan maka Yati menganjurkan agar kaum hawa melakukan pemeriksaan pap smear atau IVA. Karena wanita mana saja berisiko jika sudah melakukan hubungan seksual.

Yati mengakui banyak faktor wanita takut melakukan pemeriksaan pap smear. Semakin tinggi pengetahuan seorang wanita tentang pencegahan, maka dia akan semakin termotivasi untuk memeriksakan dirinya. Faktor rasa takut dan malu juga menjadi alasan rendahnya motivasi pemeriksaan.

“Lalu bagaimana dengan seseorang yang belum berhubungan seksual? Mungkin saja tertular jika enggak bersih, lembab terus, jamuran terus, infeksi terus pada organ kewanitaan. Namun umumnya menular karena hubungan seksual,” jelas Yati.

Sumber : pojoksatu.id

Subscribe to receive free email updates: