Ini Larangan Memaki Orang Lain

Reportaseterkini.net - Tingkat keimanan setiap mukmin dalam menghadapi sebuah realita kehidupan di dunia ini memang berbeda-beda. Ada yg mampu menghadapi persoalan-persoalan yg begitu sulit dengan tenang dan bijaksana. Sebaliknya, ada orang yg tampak kesulitan menghadapi persoalan-persoalan yg terbilang sederhana. Semuanya tergantung kualitas dan keteguhan iman seorang mukmin dlm memaknai realita kehidupan ini



Orang yg memiliki iman yg baik, akan tumbuh dalam dirinya sifat-sifat berjiwa besar. Subur pula rasa kesadaran dan kemurahan hatinya. Kesabarannya pun bertambah besar dalam menghadapi masalah. Maka ia pun tidak akan dengan mudah memaki-maki, menghina atau merendahkan orang yg bersalah sekalipun
.
Kita sering melihat orang begitu mudah memaki orang lain. Ketika kondisi jalan macet, misalnya. Di lapangan kita mendengar penonton mengejek pemain. Di sekolah murid menghina gurunya. Di rumah orang tua menghina anaknya. Dan masih banyaklagi maki-makian yg sering kati kita lihat dan kita dengar
.
Rasul SAW bersabda ”Memaki-maki orang muslim adalah fasik (dosa) dan memeranginya adalah kufur (keluar dari Islam).” (HR.Bukhari).
Di dlm hadist lain, Rasul SAW bersabd ”Bukanlah seorang mukmin yg suka mencela, pengutuk kata-katanya keji dan kotor.” (HR.Trimidzi)
.
Hukum memaki-maki orang muslim, orang musyrik, atau bahkan orang yg sudah meninggal, adalah haram. Bahkan Rasul SAW menggambarkan akibat orang yg sering melakukan ibadah akan tetapi sering memaki-maki, diibaratkan seperti orang yg merugi (muflis)
.
Rasul SAW bersabda,”Tahukah kamu siapakah orang yg merugi itu (muflis)? Seorang muflis adalah orang yg datang pada hari pembalasan dgn shalat, zakat, puasa, dan haji, sedangkan dia gegabah menghujat orang lain, memfitnah orang lain, menggunakan harta orang lain tanpa hak dan mencucurkan darah kaum muslimin serta memukulnya, maka kebajikan akan dihitung sebagai ganjaran (orang yg didzolimi), dan dosa-dosanya akan ditanggungnya dan dia akan di lempar ke dlm api neraka”. (HR. Muslim)
. [reportaseterkini.net]
Na'udzubillah.

Subscribe to receive free email updates: