Larang Muslim Berpuasa, China Di Landa Banjir Besar Terparah, Apakah ini Azab Allah ?

Reportaseterkini.net - Banjir yang melanda wilayah pusat dan selatan China sepanjang pekan ini telah menewaskan 128 orang dan 42 warga dinyatakan hilang.


Selain menelan korban jiwa, banjir ini juga menghancurkan lebih dari 41 ribu rumah dan lebih dari 1,9 juta hektar lahan pertanian hingga diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi sampai 38 miliar yuan, setara Rp74,9 triliun.

Banjir besar ini disebabkan hujan deras yang membuat Sungai Yangtze meluap. Diperkirakan 1,3 juta penduduk China yang tinggal di pinggiran sungai terpanjang di China itu harus mengungsi.

Kantor berita China, Xinhua, melaporkan bahwa hingga kini masih belum bisa diperkirakan dampak banjir terhadap hasil panen musim panas.

Tak hanya itu, banjir ini juga menewaskan banyak hewan. Di Anhui, banjir ini mematikan sekitar 7.100 babi, 215 banteng, dan 5,14 juta unggas.

Di Provinsi Hunan, hujan dan banjir menyebabkan lebih dari 100 kereta berhenti beroperasi atau memutar arah sejak Minggu (3/7) malam.

Di salah satu kota di Hunan, sekitar tiga ton bahan bakar dan diesel tumpah dari stasiun pengisian bahan bakar sehingga mencemari air yang kemudian mengalir ke sungai.

El Nino juga pernah menyebabkan banjir terparah dalam 20 tahun terakhir, yaitu ketika 4000 tewas karena banjir Sungai Yangtze pada 1998 silam. [Sumber : atjehcyber.id ]

Apakah ini Azab Allah Untuk Negara China yang Melarang Umat Muslim Berpuasa Di Bulan Ramadhan ?

“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. (Hud: 102)

Pada saat ini orang zalim tidak diberi ampun lagi. Kesempatan untuk perbaikan sudah ditutup. Azab Allah segera turun terhadap si zalim. Dan bentuk azabnya sangat dahsyad, tidak terbayangkan oleh siapapun.

Ketika itulah hati-hati orang mukmin akan terobati.

فقطع دابر القوم الذين ظلموا والحمد لله رب العالمين.

“Maka orang-orang yang Zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (Al An’am: 45)

Sebelumnya Otoritas China di Xinjiang menandai awal Ramadhan dengan larangan adat terhadap pegawai negeri sipil, mahasiswa, dan anak-anak setempat untuk mengambil bagian dalam puasa.

Pemerintah China di Xinjiang mengumumkan hal itu melalui situs berita mereka pada Senin (6/6/2016), hari dimulainya bulan suci Ramadhan.

Partai komunis yang berkuasa di China secara resmi adalah ateis. Selama bertahun-tahun mereka telah melarang pegawai pemerintah dan anak-anak Xinjiang untuk berpuasa.

Xinjiang adalah rumah bagi lebih dari 10 juta minoritas Uighur yang umumnya Muslim. Pemerintah China juga memerintahkan restoran untuk tetap terbuka untuk umum.

Wilayah
Xinjiang juga acap menjadi medan konflik antara etnis Uighur dan pasukan keamanan negara itu. [Reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :

Floating Ads