Lagi Lagi Pokemon, 2 Pria Bercelana Pendek Nyelonong Masuk ke Masjid untuk Nyari Pokemon

Reportaseterkini.net - Perilaku orang-orang ini sangat tidak layak ditiru. Dua orang pria bercelana pendek dan berkaos oblong mendatangi masjid bukan untuk beribadah.


Alih-alih, keduanya memasuki Masjid Cheng Hoo di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, malah untuk mencari monster Pokemon.

Kejadian itu diungkapkan oleh Tafdil (27), salah seorang warga Malang yang singgah shalat di masjid tersebut, kepada hidayatullah.com baru-baru ini.

“Ane (saya), kan, (dalam) perjalanan pulang ke Malang dari (Bandara) Juanda, mampir di Masjid Cheng Hoo Pandaan untuk shalat. Waktu ane lagi duduk-duduk di luar masjid, ane lihat ada mobil sedan hijau datang dan parkir,” ujarnya.

Tafdil, seorang pengasuh di sebuah lembaga pendidikan, mengira kedua pria itu hendak shalat zhuhur di masjid tersebut. Tafdil pun masuk ke masjid, lalu mengambil posisi dekat pintu dimana ia bisa melihat keluar.

“Nah, ketika itu ane lihat (kedua) orang tadi yang lagi parkirin mobil sama temannya, mondar-mandir sambil mengarahkan smartphone, (sambil) ketawa-ketawa lagi dan pakai celana pendek,” ungkapnya.
Ia bertutur, kejadian yang dipandangnya tidak etis itu berlangsung pada Ahad, 12 Syawal 1437 (17/07/2016), sekitar pukul 14.30 WIB. Ia menaksir kedua pria itu berusia sekitar 25-27 tahun.

Dari suara mereka yang cukup keras, Tafdil dapat memastikan jika kedua orang itu tengah mencari monster Pokemon melalui aplikasi Pokemon GO.

Mereka tampak olehnya mengarahkan HP masing-masing ke berbagai arah, sesekali bersahutan, “Iku (itu) loh (monsternya), kiri, kiri.” Sementara para jamaah masjid tengah menunaikan shalat.

Keduanya terdengar olehnya menyebut sejumlah nama monster Pokemon. “Salah satunya sih Pikachu. Tapi yang lainnya ane nggak paham,” ungkap Tafdil.

Cukup lama kedua orang tersebut bertingkah demikian. Sementara Tafdil merasa gerah atas perilaku keduanya. “Kulihatin terus (mereka),” akunya kepada hidayatullah.com.

Setelah lama mondar-mandir, sebelum sempat ditegur, mereka langsung keluar ke parkiran. “Mungkin karena merasa dilihatin langsung pergi mereka,” lanjutnya.

Ia mengatakan, meski tak sempat mencatat nomor polisi sedan mereka, tapi diduga bernopol asal Surabaya atau Malang dan sekitarnya.

Dikecam Netizen

Foto kedua pria itu sempat diunggah Tafdil ke media sosial. Ia menuliskan, “Sungguh terlalu. Ketemu pencari Pokemon di masjid. Parah banget pokoknya, datang sama pacarnya masing-masing.”

Para netizen teman Tafdil meluapkan kegeramannya atas perilaku kedua pria yang belum diketahui identitasnya itu.

“Tempat ibadah kok buat mainan,” kecam Wahid Abdillah Manaf di kolom komentar facebook pada unggahan tersebut. “Celananya itu lho, nggak sopan,” timpal Gifary.

Sementara akun lain sampai mengatakan “kutuk” atas perilaku kedua orang itu.

“Saya juga suka nyari Pokemon, tapi saya mencari tempat yang benar, dan saya mencari waktu luang. Dan saya tidak hanya membuang-buang waktu hanya untuk permainan seperti itu,” tulis Iqbal Paramatatya.

Sejumlah tempat dan institusi di Indonesia telah mengeluarkan larangan bermain Pokemon GO di lingkungan gedung masing-masing, termasuk Istana Negara. Permainan kontroversial ini di antaranya diyakini dapat mengganggu stabilitas keamanan negara. (hidayatullah)

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :

Floating Ads