Ini Amalan yang Bisa Memasukkan Kita Kesurga, Bacalah! Menyesal jika tidak mengetahuinya

Reportaseterkini.net - Jabir bin Abdullah ra. menuturkan bahwa seorang laki-laki pernah datang kpd Rasulullah SAW lalu bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika aku menunaikan shalat-shalat wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yg halal dan mengharamkan yg haram, sementara aku tidak menambahnya dgn apapun; apakah aku masuk surga?” Rasulullah SAW. menjawab, “Benar.” Orang itu berkata, “Demi Allah, aku tidak menambahnya dgn sesuatu pun.” (HR. Muslim & Ahmad)



Sebagian ulama memaknai ungkapan “ahlaltu al-halâl (aku menghalalkan apa yg halal) mencakup dua aspek:
●Pertama, meyakini atau menganggap yg halal itu adalah halal.
●Kedua, melakukan yg halal itu.

Makna ahlaltu al-halâlitu adalah meyakini atau menilai yg halal itu adalah halal. Adapun untuk melakukannya tentu bergantung pada status hukum perbuatan itu apakah wajib, sunnah, mubah atau makruh. Cerminan ahlaltu al-halâl itu di antaranya adalah tidak mencela orang yg mengambil sesuatu yg halal atau melakukan perbuatan yg halal; termasuk perbuatan mubah atau bahkan makruh sekalipun. Sebab, syariah sendiri tidak menimpakan celaan (dzamm) kpd orang itu.

Adapun makna “harramtu al-harâm (aku mengharamkan apa yg haram)” mencakup dua aspek:
●Pertama, meyakini atau menganggap yg haram itu adalah haram.
●Kedua, menjauhi/meninggalkan yg haram itu. Meyakini atau menganggap sesuatu (benda atau perbuatan) adalah haram tetapi diambil atau dilakukan dan meninggalkan sesuatu (benda atau perbuatan) yg haram bukan karena meyakini atau mengganggapnya adalah haram, semua itu tidak bisa dikatakan secara sempurna mengharamkan apa yg haram.

Ibn Rajab dlm Jâmi’ al-‘Ulûm wa al-Hikam mengatakan, “Hadits ini menunjukkan bahwa siapa yg melakukan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan keharaman-keharaman, ia masuk surga. Telah mutawatir hadis-hadis dari Nabi SAW dgn makna ini atau yg mendekati".

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...