Cari Rezeki, Kemudian Beribadah dan Bersyukur, Muslim Sejati Baca ini Sebentar yaa

Reportaseterkini.net - Agama Islam yg berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi tidak hanya mengatur dlm segi ibadah saja melainkan juga memberikan tuntutan dlm masalah yg berkenaan dgn kerja.


Etos kerja seorang Muslim dlm arti luas menyangkut akan akhlak dlm pekerjaan.
Untuk bisa menimbang bagaimana akhlak seseorang dlm bekerja sangat tergantung dari cara melihat arti kerja dlm kehidupan, cara bekerja dan hakikat bekerja.

Dlm Islam, iman banyak dikaitkan dgn amal, artinya seorang muslim harus berorientasi pd:
- "Sumber yg Halal lagi baik, Cara yg Benar serta Hasil yg Maksimal" -

Jika kita pandang dari sudut bahwa tujuan hidup itu mencari Ridha Allah SWT maka apapun yg dikerjakannya, apakah di rumah, di kantor, di ruang kelas, di perpustakaan, di ruang penelitian ataupun dlm kegiatan kemasyarakatan, maka apa yg dilakukannya di dunia tak dijalankan dgn sembarangan.
Ia akan mencari kesempurnaan dlm mendekati kpd Al Haq. Ia akan mengoptimalkan seluruh kapasitas dan kemampuan inderawi yg berada pd dirinya dlm rangka mengaktualisasikan tujuan kehidupannya.

Dgn bekerja berarti kita merealisasikan fungsi kehambaan kita kpd Allah, dan menempuh jalan menuju ridha-Nya, mengangkat harga diri, meningkatkan taraf hidup, dan memberi manfaat kpd sesama, bahkan kpd makhluk lain.

Dgn tertanamnya kesadaran ini, seorang muslim atau muslimah akan berusaha mengisi setiap ruang dan waktunya hanya dgn aktivitas yg berguna.
Semboyangnya adalah “tiada waktu tanpa kerja, tiada waktu tanpa amal.

Ini bisa berarti bahwa dlm bekerja ia akan sungguh-sungguh karena bagi dirinya bekerja tak lain adalah ibadah. Lebih seksama lagi, ia akan bekerja – dlm bahasa populernya – secara "profesional."

“Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yg lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” (HR. Ibnu Majah) [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...