Untuk Kamu Lelaki yang Sedang Mencari Jodoh, Baca Pesan Nabi ini Sebentar

Reportaseterkini.net - Bukannya dilarang, boleh saja mempertimbangkan kekayaan, ketampanan, atau kedudukan, tapi kalau sampai hal itu diburu & dijadikan menu utama dalam pencarian pendamping hidup, mari kita coba simak, peringatan .


Rasulullah Saw: “Barangsiapa yang mengawini seorang wanita karena kemuliannya (martabat/kedudukannya) Allah tidak menambahnya kecuali kehinaan, dan barangsiapa yang mengawini wanita karena hartanya, maka Allah tidak akan menambah baginya kecuali kefakiran. Dan barangsiapa yg mengawini seorang wanita karena keturunan nasabnya, maka Allah tidak akan menambah baginya kecuali kerendahan. Dan barangsiapa mengawini seorang wanita kecuali untuk menundukkan padangannya, menjaga kemaluannya atau menyambung silaturahim maka Allah akan memberkahinya dalam (perkawinan dengan) wanita itu & memberkahi wanita itu dalam (perkawinan dengan) dirinya” (HR. Thabrani).

Unsur seperti kecantikan, ketampanan, kekayaan dan kedudukan tidaklah berpengaruh bagi kehidupan rumahtangga atau bahkan tidak ada pengaruhnya untuk kehidupan akhirat kita.

Apakah dengan memiliki calon isteri yang cantik, nanti akan berpengaruh terhadap pendidikan anak-anak kita kelak? Dengan memiliki calon suami yg kaya, apakah berpengaruh terhadap kepemimpinan dia dalam rumah tangga nantinya? Tentu jawabannya, TIDAK.

Apakah dengan memiliki calon suami atau calon isteri yang berkedudukan di mata masyarakat akan bisa secara otomatis dihormati? Apakah dengan punya calon isteri atau calon suami yg berpangkat, akan bisa menjamin kita selamat di akhirat? Tentu saja jawabannya, TIDAK.

Apakah dengan mempunyai isteri cantik, suami kaya, berpangkat, keturunan ningrat, berpengaruh kepada kekhusyukan ibadah? Berpengaruh kepada nilai-nilai ibadah kita? Tentu saja jawabannya, TIDAK.

Nah, kenapa kita memburu yang tak perlu, yg tidak ada kaitannya langsung dengan kebahagiaan kita dalam rumah tangga?

Kenapa kita memburu yg tidak ada kaitannya dgn ibadah kita?

Kenapa kita masih merasa perlu memfokuskan hal seperti itu, jika kita sudah tahu bahwa semua itu tidak bisa menjadi jaminan kita mendapat ridha Allah? [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates: