Selesaikan Masalahmu Dengan Shalat

Reportaseterkini.net  - “Shalat hakikatnya kebutuhan batin, sebagaimana makan yang menjadi kebutuhan jasmani, jika kebutuhan rohani ini tidak terpenuhi, jiwa kita akan layu dan jauh dari kebahagian.”


Di dunia ini tidak ada manusia yang bebas masalah. Mulai dari pejabat tingkat teratas yang paling kaya hingga rakyat jelata paling miskin pun, semua punya masalah. Mereka berjuang untuk menyelesaikan masalahnya dengan cara masing-masing, baik dengan jalan yang benar atau salah. Pendek kata, orang yang terlibat masalah akan berjuang untuk mementaskan diri dari masalah yang menjeratnya.

Rasulullah saw, memberi resep kepada umatnya untuk mengatasi berbagai masalah dengan berserah diri kepada Allah melalui jalan shalat. Saat beban hidup terasa berat, konflik kian tajam, hingga berbagai rintangan menghalangi jalan dakwah, shalat adalah solusinya. Beliau merasakan bahwa dengan shalat pertolongan Allah akan selalu hadir. Rasulullah saw, beserta sahabat dan orang-orang saleh telah membuktikan betapa manjurnya ibadah shalat sebagai sarana serta memohon pertolongan.

Mencari solusi, berhajat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang  yang khusyuk.” (Al-Baqarah: 45).

Pada zaman sahabat, ada orang buta yang mengadu kepada Rasulullah Saw. Katanya,’Saya mendapatkan musibah pada mata saya, berdoalah kepada Allah untuk kesembuhanku.’Maka Rasulullah saw, memerintah,’pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat. Setelah itu, berdoalah, Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu atas (perintah) Nabiku, Muhammadsbagai Nabi rahmat, wahai Muhammad, sesungguhnya saya meminta syafa’at kepada Tuhan-ku dengan dirimu agar Dia mengembalikan penglihatanku).’’….” Dalam waktu singkat, laki-laki itu dapat melihat kembali seperti tidak pernah buta. Kemudian Rasulullah saw, bersabda,’Jika kamu memiliki kebutuhan, maka lakukanlah seperti itu.”

Shalat hakikatnya kebutuhan batin, sebagaimana makan yang menjadi kebutuhan jasmani. Jika kebutuhan dasar rohani ini tidak terpenuhi, jiwa kita akan layu. Untuk mendapatkan efek positifnya, baik secara jasmani maupun rohani, shalat yang di lakukan bukan sekadar asal dudur kewajiban, tapi penuh pentawajuhan, kesungguhan, serta kekusyukan. Karena itu Rasulullah saw. Tidak segan menasehati orang yang asal-asalan dalam shalat, dengan menjelaskan bahwa shalat yang tidak sempurna tersebut tidak bernilai di sisi Allah.

Suatu hari beliau duduk bersama sekelompok para sahabatnya. Orang itu rukuk lalu sujud dengan cara mematuk(tidak sempurna) maka beliau bersabda,”APakah kalian menyaksikan orang ini? Barangsiapa meninggal dengan keadaan sperti ini (shalatnya) maka dia meninggal diluar agama Muhammad. Ia mematuk dalam shalatnya sebagaimana burung gagak mematuk darah. Sesungguhnya perumpamaan orang yang shalat dan mematuk dalam sujudnya adalah bagaikan orang lapar yang tidak makan kecuali sebutir atau dua butir kurma, bagaimana ia bisa merasa cukup (kenyang) dengannya.?”

Seorang muslim yang bersungguh-sungguh dalam shalatnya baik dalam setiap gerakan, bacaan, serta pemusatan hati dan pikiran hanya kepada-Nya, ia akan merasakan ketenangan jiwa dan memberi energy yang membakar semangatnya untuk melepaskan jerat-jeratan yang membelitnya. Jika shalat seseorang sudah mampu membuat jiwanya tenang dan tenteram, maka ia akan menjadi pribadi yang sabar, tangguh, optimis, dan tidak mudah putus asa. Ia merasa bahwa Allahlah sumber segalanya tempat bergantung dalam mewujudkan semua harapannya. Jika Allah menolong, segalanya akan menjadi mudah dan semua problematika hidup lambat laun akan terurai.[reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...