Konsumsilah Asupan Halal, Tubuh Dan Jiwa Semakin Kuat

Reportaseterkini.net - “Hai orang-orang, makanlah diantara rezeki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (Al- Baqarah: 172)


Mengkonsumsi makanan merupakan kebutuhan dasar bagi fisik. Tanpa asupan makanan yang layak dan bergizi, tubuh akan mengalami kelemahan sehingga sulit untuk melakukan aktivitas, juga berpotensi terserang penyakit. Setiap hari, kita memerlukan setidaknya beberapa porsi makanan, baik dari hewani maupun nabati guna memelihara metabolism dan mengganti sel yang rusak, serta untuk pertahanan tubuh. Pendek kata, makanan diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia.

Soal makanan ini kita sering menganggapnya sebagai hal yang biasa. Kita kerap tidak peduli kandungan apa saja yang ada dalam makanan tersebut serta dari mana sumber untuk membelinya. Asalkan bisa mengenyangkan perut, semuanya dianggap bergizi dan halal. Padahal makanan yang masuk ke tubuh akan menjadi darah dan daging yang akan membentuk karakter pada jiwa. Jangan heran jika ada yang suka berbuat zalim kepada semua, suka berbuat aniaya dan dosa, bisa jadi karena tidak memperhatikan asupan makanan yang ditelannya. Kutipan penggalan surat An-Nisa 4 Mengingatkan, “Maka makanlah (ambilah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”

Ayat tersebut dengan jelas menyebut bahwa makanan dapat berakibat bagi penikmatnya… Al-Harali, seorang ulama besar sekitar abad 12 berpendapat bahwa jenis makanan dan minuman dapat memengaruhi jiwa dan sifat-sifat mental pemakannya. Kita bisa melihat contoh kontek ini kepada orang yang suka meminum-minuman keras. Orang penyuka ini biasanya bukan orang baik-baik. Banyak orang yang menghindar darinya karena ia memiliki karakter negative. Sejumlah penelitian menemukan, orang yang gemar minum-minuman keras akan mudah memicu tindakan criminal. Pada dosis tinggi pelakunya akan mengalami gangguan pencernaan, seksualitas, penurunan kesadaran, emosi yang labil, bahkan kematian. Penelitian lain menemukan bahwa seseorang yang meneguk minuman keras lebih dari 100 gelas perbulannya lebih memiliki potensi kehancuran otak.

Demikian pula larangan memakan daging babi. Allah mengharamkan dalam surat Al-Baqrah: 173.”Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.” Banyak penelitian yang membahas masalah ini. Penilitian ilmiah di dunia Negara Timur dan Barat, yaitu Cina Dan Swedia menemukan, daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon atau usus besar. Di Negara yang penduduknya suka memakan daging babi, meningkat secara signifikan, terutama di Negara-neagara Eropa dan Amerika, serta di Negara-negara Asia lainnya. Bahkan Ibnu Sirin berpendapat,”Tidaklah ada binatang yang melakukan perilaku kaum Nabi Luth selain babi dan Keledai.”

Selain kandungan zat dan gizi makanan dan minuman yang tak kalah penting adalah dari mana asal rezeki untuk membelinya. Rezeki yang haram untuk membeli makanan dan minuman yang dikonsumsi-meski secara zat adalah halal-juga berdampak buruk bagi pemakannya. Rasulullah Saw. Sangat hati-hati dalam menggariskan masalah ini kepada umatnya. Kepada keluarganya sendiribeliau melarang memakan-makanan dari sedekah-yang notabene-diharamkan atas keluarganya. Suatu ketika Hasan Ibn Ali r.a, cucu beliau mengambil sebutir kurma dari kurma-kurma (zakat) sedekah, (lalu ia masukkan) kedalam mulutnya, maka beliau melarangnya.”Hai, hai, Tidak tahukah kamu bahwa kita dilarang memakan sedekah(zakat).’’

Begitulah ketegasan Rasulullah Saw, terhadap makanan yang akan diasupnya, sangat selektif, baik dari segi kandungannya, terlebih asal (rezeki) untuk mendapatkannya. Beliau mengingatkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Tirmidzi,”Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali lebih utama untuknya.”[reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates: