Baik Sangka Tidak Akan Gagal

Reportaseterkini.net - Baik Sangka Tidak Akan Gagal. “Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.” (Al-Hujruraat: 120)



Kegagalan dalam hidup adalah bagian dari ketentuan Allah. Jika ketentuan ini tidak kita sikapi dengan benar, kita akan mudah berburuk sangka. Saat gagal atas apa yang kita impikan, kita akan mudah putus asa dan mungkin menganggap Tuhan tidak sayang hamba-Nya. Pikiran dan perasan semacam ini sulit untuk membuat kita bangkit dari keterpurukan.

Rasulullah saw, selalu mengajarkan umatnya agar selalu berbaik sangka kepada Allah. Karena dibalik kegagalan pasti tersimpan hikmah besar yang terkadang kita tidak tahu. Atau mungkin akan membawa kebaikan di kemudian hari. Ibarat seorang anak kecil yang dilarang makan permen oleh orang tuanya. Pelarangan tersebut bukan semata-mata orang tuanya bersikap jahat, justru karena kasih sayang mereka kepada anaknya. Memang si  anak akan marah dan menangis karena keinginannya dihalangi, tapi ia akan selamat karena makan permen bisa mengakibatkan gigi si anak rusak dan membuatnya menderita.

Saat berdakwa di Makkah, Rasulullah saw, selalu di caci maki bahkan tanah kelahirannya. Belum berhenti penderitaan beliau, saat berdakwa di Thaif, beliau disambut hinaan bahkan dilempari batu hingga berdarah-darah. Namun beliau tetap berbaik sangka kepada Allah bahwa apa yang beliau alami adalah ujian yang memberinya hikmah besar. Bahkan beliau berdoa,”Janganlah Engkau turunkan murka-Mu kepadaku dan kepada mereka. Hanya untuk –Mulah aku rela dihinakan, asal saja Engkau mencintai-ku. Dan tiada upaya dan tiada kekuatan kecuali dari-Mu.

Terlihat jelas betapa beliau menghadapi penolakan dari kaumnya dengan berbaik sangka kepada Allah. Beliau yakin bahwa Allah tidak tidur, Allah akan selalu menolong hamba-Nya. Tak lama kemudian banyak diantara mereka menjadi muslim dan berani membela Islam, menyuarakan kebenaran di muka bumi.

Jalan terbaik dalam menyelesaikan permasalahan hidup adalah tetap berusaha dan berdoa sebagai wujud baik sangka kepada-Nya. Yakinlah Allah memahami keadaan hamba-Nya. Bukan dengan menerjang larangan-Nya, melakukan pelarian yang menjurus pada dosa dan salah. Ketika menjelang wafat, beliau berpesan kepada sahabat-sahabatnya,”Janganlah seseorang meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah.” (HR. Muslim). Kata Allah dalam Al-Quran,”……Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (QS. Al-Baqarah: 216).

Belajarlah dari orang-orang sukses yang mengalami lompatan hidup luar biasa karena kegagalan yang dialaminya. Mereka tidak pernah menganggap kegagalan sebagai harga mati, tapi hanya lompatan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Jika kita mengalami kegagalan, mungkin ada scenario terbaik yang diberikan Allah kepada hamba-Nya suatu hari nanti. Selama langit masih berdiri, berbaik sangka lah bahwa kesuksesan akan terbentang di hadapan kita. Sangka baik semacam ini akan memberi kita energy dahsyat untuk bangkit dan menggerakkan diri meraih impian hidup. Renungkan hadits qudsi berikut, Allah berfirman,”Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku; jika ia mengingat-Ku dalam jiwanya, maka Aku dalam lintasan pikirannya, niscaya aku akan mengingat-Nya dalam pikirannya kebaikan darinya (amal-amalnya); dan jika ia mendekat kepada-Ku setapak, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatnya kepada-Ku sedepak dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka aku akan menghampirinya dengan berlari.” (HR. Bukhari dan Muslim).[reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...