Ayah Bunda, Begini Caranya Memperkenalkan Al-Qur’an Pada Anak dalam Kandungan

Reportaseterkini.net - Memperkenalkan al-Qur’an kepada anak dalam kandungan bukan dilakukan dengan cara meletakkan al-Qur’an di atas perut ibu hamil. Caranya ialah si ibu atau ayah dengan membaca al-Qur’an. Jika orang yang melakukannya adalah si ayah, maka ia bisa membaca al-Qur’an dengan jarak yang dekat dengan perut si ibu. Dengan demikian, anak dalam kandungan dapat mendengar suara ayah atau ibunya yang sedang membaca al-Qur’an.


Anak dalam kandungan bisa mendengar suara ibunya, bahkan suara-suara yang jauh dari rahim. Dalam penelitiannya, Fridman-- seperti yang dikuti oleh Yesie—menemukan bahwa anak yang lahir akan lebih mudah menghafal sesuatu yang sering didengarkannya ketika masih berada dalam kandungan.

Anak yang sejak dalam kandungan telah sering di perdengarkan al-Qur’an akan cepat mengenal bacaan al-Qur’an. Selain mengenal, ia juga akan cepat menghafal al-Qur’an. Salah satu contoh nyata ialah Abdurrahman Farih. Ia adalah seorang anak yang mampu mengahafal seluruh bacaan al-Qur’an saat berusia 3 tahun. Ia lahir di Aljazair.

Dalam buku 3 tahun hafal al-Qur’an, Muhammad Yusuf bin Abdurrahman mengatakan bahwa rahasia kecerdasan Farih yang luar biasa itu ialah karena si ibu sering membaca al-Qur’an ketika farih masih dalam kandungan . sang ibu sering mengaji dengan maksud memperkenalkan al-Qur’an kepada putranya. Hasilnya, saat Farih berusia 3 tahun , ia telah mampu menghafal seluruh ayat al-Qur’an.

Farih hanyalah contoh kecil dari sekian banyak anak yang mapu menghafal  al-Qur’an karena sudah diperkenalkan sejak masih dalam kandungan ibunya. Maka dari itu, kegiatan membaca al-Qur’an bisa dijadikan sebagai sebagai stimulus agar memperoleh anak shalih yangdapat hafal al-Qur’an. Kecerdasan Farih tersebut semakin membuktikan bahwa setiap orang tua bisa mendidik anaknya sejak dalam kandungan.

Dalam bukunya, Abdurrahman juga mengatakan bahwa para ahli janin menemukan bahwa anak dalam kandungan mendapatkan pengaruh yang luar biasa dan hal-hal yang sering dilakukan oleh si ibu  saat hamil. Artinya jika si ibu sering memberi stimulus berupa bacaan al-Qur’an , bahkan merasa tidak bisa meninggalkan bacaan tersebut, maka anak dalam kandungan akan merasa hal yang sama.

Itulah sebabnya, Yesie mengatakan bahwa ibu dan anak saling berkaitan, meskipun sitem tubuh antara keduanya berbeda. Keduanya memiliki sitem yang mampu menyampaikan informasi tentang sentuhan, tekanan, temperature, dan rasa sakit, serta memiliki sistem vestibular yang mampu memberi tahu cara bayi memosisikan dirinya dalam ruang. Dengan demikian, memperkenalkan al-Qur’an kepada anak sejak dalam kandungan terbukti menjadi metode yang tepat untuk mencetak anak shalih dan shalihah. [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...