Wahai Muslimah, Jangan Remehkan Batas Aurat Dalam Shalat, Ini Akibatnya!

Reportaseterkini.net - Membuka Aurat dalam Shalat. Seluruh wanita adalah aurat yang harus ditutupi. Jika seorang wanita sedang menunaikan shalat, maka yang boleh ditampakkan hanya wajah dan kedua telapak tangannya. Abu Dawud dan Tirmidzi meriwayatkan dari Aisyah Bahwa Nabi Bersabda :


“Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah haid (baliqh) kecuali dengan khimar (jilbab).”
Abu Dawud meriwayatkan dari Ummu Salamah bahwasanya ia pernah bertanya kepada Nabi,”Apakah wanita boleh menunaikan shalat dengan memakai kerudung dan pakaian atau pakaian atasnya itu longgar yang dapat menutupi punggung kedua  telapak kakinya.”

Sebagian muslimah ada yang meremehkan batas-batas aurat dalam shalat. Diantara mereka ada yang menunaikan shalat dengan keadaan sebagian dari badannya terbuka, seperti lengan, bagian-bagian dari betisnya, rambutnya, atau lainnya. Semua ini dilarang dan AKIBATNYA bisa membuat shalatnya tidak sah. 

Jadi, hendaknya wanita benar-benar memperhatikan dirinya untuk tidak menampakkan aurat ketika menunaikan shalat. Demikian pula, hendaknya wanita tidak memakai pakaian yang transparan, yang menampakkan dengan jelas warna kulitnya atau menyingkap bagian-bagian dari badannya. Hendaknya wanita menyadari bahwa ia sedang menghadap Allah dalam shalatnya. Ia sedang bermunajat dan berdoa kepada-Nya.

Wanita juga tidak boleh mengenakan cadar saat menunaikan shalat tanpa ada alasan darurat (misalnya menunaikan shalat ada laki-laki bukan mahramnya). Ibnu Abdil Barr mengatakan,”Para ulama sepakat bahwa wanita harus membuka wajahnya saat menunaikan shalat dan ihram, yakni saat menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, hendaknya ia menutup wajahnya dengan menggunakan pakaian selain cadar saat ada laki-laki yang bukan mahramnya.” [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates: