Tips Agar Pernikahan yang Di Bangun Bisa Langgeng Dan Bahagia Dunia Akhirat

Reportaseterkini.net - Menemukan kebahagian. Alangkah indahnya hidup ini, ketika sesorang menemukan separuh jiwanya, belahan hatinya, sosok yang sangat lama ia tunggu dalam penantian yang panjang, dan pada akhirnya bisa menyatu dalam sebuah ikatan pernikahan.


Sebuah pernikahan akan menemukan kebahagian, keindahan, dan ketenangan yang didambakan oleh setiap orang , ketika pernikahan  itu sendiri dipersiapkan dengan agama, dibangun berasaskan agama, kemudian dijalankan dalam aturan dan titah agama.

Maka,dalam memilih pasangan, sebaiknya tidak hanya karena cinta. Jangan Cuma karena ketampanan ataupun kecantikan, karena ketempanan dan kecantikan akan sirna seiring bertambahnya usia, sehingga kadar cinta akan menurun dengan berjalannya waktu.

Tapi, yang lebih penting dari sekadar ketampanan dan kecantikan ialah terampil mengaplikasikan ajaran agama dalam hidup, memiliki jiwa tanggung  jawab yang tinggi, sederhana dalamkehidupan, lembut dalam tutur kata, sopan dalam tingkah laku, dan bersahaja dalam keseharian serta taat dan patuh kepada orang tua. Semua itu jauh lebih berharga dari intan permata, lebih mahal dari mutiara, dan lebih berharga dari tahta dan mahkota.

Hanya agama yang dapat melanggengkan pernikahan menjadi satu cinta yang utuh dan kebal dalam segala situasi dan kondisi. Karena itulah, Rasulullah Saw, bersabda :
“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara: Karena cantiknya, atau karena keturunnya, atau karena hartanya, atau karena agamanya. Pilihlah yang beragama, agar selamat dirimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pernikahan disebut sebagai amanat. Menjaga amanah Allah Swt. Dalam bentuk pernikahan tidaklah mudah. Banyak sekali orang yang gagal mempertahankan amanah tersebut karena godaan setan yang menjerumuskan. Mereka terjerumus dalam perceraian. Mereka tidak sadar bahwa sebenarnya pernikahan adalah sunnah Rasul yang membawa banyak keberkahan dan pahala.

Pernikahan adalah simpul  yang sangat kuat, karena diikat langsung dengan kalimat ilahi. Kalimat ilahi telah mengikat dua jiwa dalam bahtera rumah tangga, dimana sang suami menjadi  kepala rumah tangga dan sang istri mendampinginya.

Subscribe to receive free email updates: