TERUNGKAP!! Mengapa Allah Menurunkan Al-Qur'an Dengan Bahasa Arab Bukan Bahasa yang Lain

Reportaseterkini.net - Tiada yang meragukan bahwa Al-Quran turun dengan bahasa Arab dan diterima oleh hamba pilihan Allah yang lahir dari keturunan orang Arab. Namun demikian, tidak berarti bahwa beliau dan masyarakat Arab menguasai bahasa Al-Quran karena bahasa Arab Al-Quran terbukti berbeda dari bahasa Arab yang biasa digunakan masyarakat Arab sehari-hari.


Masyarakat Arab seperti masyarakat lainnya terdiri dari berbagai lapisan dan tingkatan yang berbeda baik dalam cara berpikir, taraf ekonomi, sosial, politik atau lainnya. Semua kecerdasan yang dimiliki masyarakat termasuk masyarakat Arab tidak diakui sebelum digunakan untuk mengkaji Al-Quran

Allah berfirman
" Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu berakal." (QS Yusuf : 2)
Lafazh تعقلون adalah kata kerja yang dapat diartikan berakal. Yaitu memfungsikan akal sebagaimana mestinya. Banyak sekali manusia yang mendapat karunia ilahi berupa kecerdasan namun tidak digunakan sesuai dengan fungsinya

Karena itu, Al-Quran diturunkan dengan Bahasa Arab agar akal manusia berguna sesuai fungsi yang sebenarnya. Yaitu berakal dengan berlandaskan keimanan yang terdapat dalam qalbu seperti yang ditegaskan dalam firmanNya

" Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, hingga mereka mempunyai qalbu yang dengannya mereka dapat berakal atau mempunyai telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah penglihatan itu yang buta, tetapi yang buta, ialah qalbu yang di dalam dada " (QS Al Hajj : 46)

Beberapa pelajaran dari ayat
1. Pertanyaan yang tercantum dalam ayat ini bukan untuk dijawab dengan lisan atau tulisan akan tetapi hendaklah dijawab dengan amal perbuatan yang melibatkan qalbu sebagai landasan utama untuk meluruskan bagaimana cara berfikir yang benar dan bermanfaat bagi kepentingan masa depan umat

2. Akal dalam ayat berbentuk kata kerja yaitu bagian dari aktivitas yang melibatkan qalbu. Dan tidak ditemukan dalam Al-Quran kata akal dengan bentuk nama benda atau nama yang ditujukan kepada satu anggota manusia. Karena itu, manusia berbeda dari binatang bukan karena akalnya, sebab akal itu tidak terlihat akan tetapi dengan “berakal”, yaitu dengan pekerjaan berfikir yang melibatkan qalbu

3. Banyak manusia yang tergolong berakal akan tetapi tidak menggunakan qalbunya, sehingga mereka jadikan apa yang dicapai dari hasil mereka berfikir atau berakal itu sebagai penentu kehidupan. Ternyata mereka dibuat bingung dengan hasil tersebut karena terjadi kepincangan akibat tidak melibatkan qalbu
Bagaimana cara memfungsikan qalbu untuk berakal? Ayat diatas menyuruh kita untuk melihat bimbingan Ilahi dalam Al-Quran secara keseluruhan. [reportaseterkini.net]
-- Ust. Saiful Islam Mubarak --

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...