Subhanallah!! Inilah 3 Manfaat Harta Halal yang akan Membuat Anda Semangat Mencari Rezeki

Reportaseterkini.net - Apabila suami sudah mendapatkan pekerjaan, tugas istri selanjutnya adalah mendoakannya agar rezeki yang didapat menjadi berkah. Dengan rezeki yang penuh berkah, maka hati menjadi tenang dan menjadikan keluarga lebih bahagia.


Bila direnungkan, sungguh kita akan menemukan bahwa kenikmatan dunia yang dihalalkan untuk kita nikmati, melebihi jumlah barang-barang yang diharamkan  oleh Allah Swt. Bahkan, barang-barang yang diharamkan sangatlah sedikit jumlahnya. Tentu saja itu semua diharamkan demi kepentingan manusia sendiri. Tidak ada barang yang diharamkan, melainkan sebab mengandung madharat dan dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup kita. Cepat atau lambat, kita pasti akan mengetahui kemadharatan barang-barang haram tersebut. Adapun manfaat harta yang halal adalah:

1. Mewariskan amal saleh 
Rezeki yang halal adalah bekal sekaligus pembangkit semangat beramal saleh. Mari kita simak firman Allah ini :
“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mukminun [23] : 51)

Menurut Ibnu Katsir, dalam ayat ini Allah Swt. Memerintahkan para rasul agar mengkonsumsi makanan yang halal dan beramal saleh. Penyandingan dua perintah ini mengisyaratkan bahwa makanan halal merupakan pembangkit amal saleh. Bila selama ini kita merasakan malas dan berat untuk beramal, alangkah baiknya bila kita mengoreksikembali makanan dan minuman yang kita konsumsi. Ketahuilah harta kekayaan dunia ini diumpamakan dengan ladang gembalaan binatang ternak. Barang siapa yang mendapatkannya dengan benar-seperlunya, dengan cara yang benar dan dibelanjakan pada jalan yang benar pula -. Dengan harta kekayaan, ia dapat memenuhi kebutuhannya.

Sedangkan orang yang mengumpulkan harta kekayaan dengan cara yang tidak benar, melebihi  keperluannya, dari jalan haram dan ia tidak membelanjakannya di jalan yang diridhai Allah, maka perumpamaannya bagaikan orang yang makan akan tetapi tidak pernah merasa kenyang. Akibatnya, ia bisa ditimpah penyakit berbahaya dan terjerumus dalam kebinasan.
Ia seperti binatang yang tidak pernah kenyang, atau orang yang senantiasa kehausan. Setiap kali minum, ia makin bertambah haus. Akibatnya, perutnya pun semakin membengkak. Dan kelak pada hari kiamat, harta bendanya itu akan menjadi saksi atau ketamakannya dan perilakunya yang senantiasa membelanjakan harta benda pada jalan-jalan yang di murkai Allah.

2. Menjadi penyebab diterimanya amal
Rezeki halal bukan hanya menjadi pembangkit semangat untuk beramal saleh. Rezeki halal juga menjadi  penentu diterima atau tidaknya amal kita. Setelah membaca ayat berikut: “Wahai orang-orang beriman, makanlah dari rezeki-rezeki baik yang telah Kami karuniakan kepadamu,’’Rasulullah Saw. Bersabda, “Seorang lelaki bepergian jauh hingga penampilannya menjadi kusut, lalu ia menengadahkan kedua tangannya kelangit sambil berkata,’Ya Rabb, Ya rabb,’ sedangkan makananny haram, minumannya haram, pakainnya haram, dan dahulu ia diberi makan dari makanan yang haram, maka mana mungkin permohonannya dikabulkan.” (HR. Muslim)

Menurut Ibnu Rajab, pada hadits ini terdapat isyarat bahwa suatu amalan tidak akan diterima dan tidak berkembang kecuali dengan makanan halal. Karena itu. Memakan makanan haram dapat merusak dan menjadikan amal tidak terima.

Kesimpulannya, setiap orang yang memakan-makanan yang halal, maka amal salehnya akan diterima. Dan bila makanannya tidak halal, maka yang dimakan itu akan menghalangi amalnya untuk sampai kepada Allah Swt.

3. Pencegah dan penawar berbagai penyakit
Sekarang ini banyak jenis penyakit yang bermunculan di masyarakat. Berbagai tindakan preventif dan upaya pencegahan dan pengobatan telah ditempuh, akan tetapi penyakit seakan-akan tak kenal gentar. Dari hari ke hari jumlah penyakit terus bertambah, dan jenis penyakit pun juga berlipat ganda, serta silih berganti.

Berbagai penyakit dan wabah yang melanda kita mungkin sebagian dari akibat perbuatan dosa umat manusia yang semakin hari kian merajalela. Salah satu kemaksiatan yang telah mendarah daging di masyarakat ialah memakan makanan haram.

Allah Swt. Berfirman :
“Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian mahar itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan yang baik lagi baik akibatnya.”(QS. An-Nisa’ [4] 4)

Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu jarir berpendapat bahwa makna dari fakuluuhu hanii-an marii-a adalah:” Maka, makanlah pemberian itu, niscaya ia menjadi obat yang menawarkan.
Kebanyakan wabah penyakit, petaka, dan bencana yang menimpa umat manusia zaman sekarang adalah akibat dari harta haram dan ambisi manusia. Padahal, Allah telah menjelaskan kepada kita semua sebab-sebab yang dapat mendatangkan rezeki dengan penjelasan yang amat gambling.
Allah Swt. Menjajikan keluasan rezeki kepada siapa saja yang menempuhnya sert menggunakan cara-cara yang diridhai-Nya. Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rezeki dengan tanpa disangka-sangka. [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates: