Suami, Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Kepada Istri Anda, Ini Akibatnya!

Reportaseterkini.net - Istri harus dihormati dan di muliakan. Sebaik-baik lelaki adalah yang terbaik memperlakukan istrinya. Istri bukan karyawan atau pembantu, dia adalah mitra anda.perlakukanlah istri anda dengan terhormat.


1. JANGAN MENGHINA ISTRI ANDA
Salah satu bentuk penghormatan terhadap istri adalah dengan cara tidak memenggil dengan panggilan yang tidak disukainya. Jangan panggil istri anda dengan panggilan yang merendahkannya. Walau istri anda sangat gemuk tidak baik memanggilnya gembrot atau gentong.

Rumah tangga yang harmonis pasti didalamnya ada candaan antara istri dan suami. Tidak kaku, dan tidak saling menjaga jarak diantara keduanya. Suami tak boleh merendahkan atau menghina istri walau dalam canda atau saat guyonan, karena itu menyakitkan.

2. JANGAN MEMAKSAKAN KESENANGAN ANDA
Janganlah memaksakan sesuatu kepada istri anda, tetapi ajaklah ia dengan cara memberikannya sebuah perhatian atau kepedulian.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk senantiasa menciptakan suasana kehangatan dalam hidup kita. Dengan demikian, kita dapat menumbuhkan semangat dalam karya kita. Mampukah kita? Tentu saja dengan semangat yang diberikan oleh tuhan sendiri, kita mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan kita. Hasilnya juga akan maksimal, karena kita melaksanakannya dengan penuh sukacita dan bahagia.

Istri akan menuruti dengan senang hati jika apa yang diinginkan suami itu baik untuk keluarga. Namun semua itu harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak memaksa. Siapapun orangnya tidak akan mau dipaksa-paksa apalagi demi memuaskan kesenangan pribadi.

3. JANGAN MENASIHATI ISTRI ANDA DI DEPAN UMUM
Rumah tangga sering kali ada gejolak karena pendapat yang berbeda. Istri yang melakukan kesalahan harus segera diluruskan oleh suami. Jangan sampai kesalahan tersebut berlama-lama dan menyebabkan keburukan dalam rumah tangga. Namun caranya bukan dengan nasihat dsampaikan dengan terang-terangan ketika hendak menasihati orang banyak seperti ketika menyampaikan ceramah.

Namun kadangkala nasihat harus disampaikan secara rahasia kepada seseorang yang membutuhkan penyempurnaan atas kesalahannya. Dan umumnya seseorang hanya bisa menerimanya saat dia sendirian dan suasana hatinya baik. Itulah saat yang tepat untuk mensihatimscara rahasia tidak didepan publik.

Sebagus apapun nasihat seseorang namun jika disampaikan ditempat yang tidak tepat dan dalam suasana hati yang sedang marah maka nasihat tersebut hanya bagikan asap yang mengepul dan seketika menghilang tanpa bekas.

Al Hafiz Ibnu Rajab berkata : “Apabila para salaf hendak memberikan nasihat kepada seseorang, maka mereka menasihatinya secara rahasia . . . Barangsiapa yang menasihati saudaranya berduaan saja maka itulah nasihat. Dan barangsiapa yang menasihatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya “. ( Jami Al Ulum Wa Al Hikam, hal.77 )

Abu Muhammad Ibnu Hazm Azh Zhahiri menuturkan, “ Jika kamu hendak memberi nasihat sampaikanlah secara rahasia bukan terang-terangan. Terkecuali jika bahasa sindiran tidak dipahami oleh orang yang kamu nasihati, maka berterus teranglah “. ( Al Akhlaq Wa As Siyar, hal.44 )

Banyak suami yang menyalahgunakan kepemimpinannya dan tanggungan itu. Sang suami malah semena-mena memerintah istri di luar kemampuannya atau melebihi batas dari yang seharusnya. Tentu ini bukan tipe suami yang ideal dalam rumah tangga.

Akibatnya : Sifat seperti itu malah akan menjerumuskan pada sebuah kehancuran rumah tangga yang seyogianya harus menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates: