Orang Tua Wajib Menangis, Jika 3 Hal ini Tidak Di Lakukan

Reportaseterkini.net - Semua sahabat Muslimah pastilah mendambakan anak-anaknya menjadi anak yang sholih dan sholihah. Yang bisa menjadi kurota a'yun (penyejuk mata) dan menjadi generasi robbani yang handal dan memiliki kemampuan melawan besarnya fitnah arus kehidupan.


Semua itu tidak bisa kita raih bila hanya melihat pertumbuhan buah hati tanpa adanya upaya yang dilakukan untuk mewujudkannya. Namun kita haruslah mendampingi buah hati dengan mengawal segala polah tingkahnya dan menyeleksi informasi yang masuk padanya. Inilah sebenarnya peran utama orang tua terutama seorang ibu terhadap buah hatinya.

Rosululloh telah bersabda:

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نِسَاءُ قُرَيْشٍ خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الْإِبِلَ أَحْنَاهُ عَلَى طِفْلٍ وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik wanita Quraisy adalah wanita yang paling baik mengendarai unta, paling penyayang kepada anaknya dan paling memelihara hak suaminya yaitu terhadap harta yang dimilikinya". (H.R Bukhori).

Salah satu ciri sebaik-baik ibu adalah yang memberikan kasih sayang kepada anaknya. Anak membutuhkan kasih sayang ibu sejak masih di dalam rahim sampai ia dewasa.

Sahabat Muslimah...

Apakah bukti kasih sayang orang tua terhadap anak? Apakah perhatian terhadap anak dengan menuruti semua kemauan dan memanjakannya dengan fasilitas kemewahan? Ternyata bukan!
Ada beberapa hal yang harus kita prioritaskan sebagai asupan buah hati yang akan menjadi nutrisi otaknya. Untuk orang tua, harusnya memperhatikan beberapa hal yang harus menjadi prioritas. Bahkan bila prioritas ini belum dipahami anak, pantaslah bagi orang tua untuk menangisinya.

Pertama: Mengenalkan Anak Kepada Sang Pencipta

افتحوا على صبيانهم اول كلمة بلا اله الا الله

Artinya: "Sampaikanlah kalimat pertama kepada anak-anak kalian dengan ucapan Laa Ilaaha illallah". (H.R Albaihaki)

Para orang tua biasanya mengajarkan ucapan pertama kali kepada buah hati yaitu kata mama atau papa ada juga yang mengenalkan kata abah atau umi. Banyak yang kurang memahami bahwa apa yang mereka lakukan ini sesungguhnya kurang sesuai dengan syari'at Islam.
Rosululloh mengajarkan, hendaknya orang tua mengajarkan kalimat pertama yang terucap dari lisan anak yaitu kalimat "Laa Ilaaha illallah". Bila buah hati kita belum mampu mengucapkannya maka orang tua haruslah tetap mengenalkan yang pertama yaitu kata yang menuju pada kalimat ini. Walaupun sebatas mengajarkan kata Alloh... Alloh... Alloh... Begitulah Islam mengajarkan dari awal kelahiran buah hati, maka disyariatkan untuk memperdengarkan kalimat Tauhid di telinga kanannya. Ini menunjukkan akan pentingnya pengenalan buah hati terhadap sang pencipta sejak dini.

Kedua: Menanamkan Akhlaqul Karimah

Sejak awal fase pertumbuhan anak baru bisa menangis. Dengan berjalannya waktu anak akan mampu ternyum ketika diajak berkomunikasi. Dari semua waktu atas bertambahnya usia maka orang tua dituntut untuk mampu mengarahkan serta mengajarkan etika berinteraksi dengan alam dan juga membiasakan dengan akhlak yang terpuji.

Rosululloh bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ نُحْلًا أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

Artinya: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Orang tua tidak bisa memberi pemberian kepada anaknya yang lebih utama daripada adab yang baik". (H.R Ahmad)

Begitulah pesan Rosululloh. Sangat sederhana namun tersirat secara makna mengandung sesuatu yang sangat berharga dalam sebuah kehidupan. Kalimat adab yang baik ini mencakup seluruh aktivitas yang berkaitan dengan anak. Dari hal yang terkecil, yaitu bagaimana etika yang berhubungan dengan diri sendiri seperti makan dan minum serta sesuatu yang berhubungan dengan orang lain yaitu bagaimana anak ber tutur sapa, menghargai dan menghormati orang lain terutama terhadap orang tua.

Ketiga: Mengajarkan Kaifiyah Ibadah

Setelah anak mengenal sang pencipta dan juga tertanam akhlak yang mulia maka dengan bertambahnya usia, saatnyalah orang tua mengenalkan kepada buah hati apakah tujuan Alloh menciptakannya di dunia ini. Buah hati kita harus memahami bahwa tujuan Alloh menciptakannya hanyalah supaya beribadah kepada Alloh tanpa menyekutukan-Nya. Membimbing anak agar akrab akan ibadah harian seperti sholat lima waktu dan membaca alQur'an serta mempelajari ilmu yang Haq.

Kebanyakan orang tua lebih mengkhawatirkan masa depan anak akan kehidupa dunia dibanding memikirkan kelak kehidupan di akhirat. Mereka lebih khawatir apa yang bisa dimakan anak di masa depan daripada mengarahkan kepada anak atas siapa yang disembah selepas sepeninggal orang tua. Inilah yang menjadi perbedaan mendasar anatara sabat nabi Muhammad dengan kebanyakan manusia saat ini. Alloh berfirman:

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Artinya: "adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyang mi, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya. (QS Al-Baqoroh:133).

Begitulah kekhawatiran seorang nabi yang diceritakan dalam Alqur'an. Alloh menghadirkan cerita ini supaya kita ambil ilmu didalamnya. Bahwa masalah iman merupakan prioritas utama yang patut kita perhatikan dengan sungguh-sungguh. Bagaimana dengan kita? Apakah sudah menjadikan urusan ini sebagai prioritas saat menimbang beberapa hal saat memilihkan untuk buah hati kita?

Sahabat Muslimah...

Inilah tiga hal pokok yang harus kita tanamkan kepada buah hati kita. Pantaslah kita menangis bila tiga hal ini belum tertanam pada diri buah hati kita. Karena bila tiga hal ini belum dipahami buah hati, akan menjadikan buah hati yang seharusnya menjadi penyejuk pandangan, justru akan menjadi ujian di dunia dan memberatkan hisab bagi orang tua di akhirat kelak.

Sumber : Voa-islam.com

Subscribe to receive free email updates: