Inilah 5 Cara Terbaik Meredam Amarah Suami

Reportaseterkini.net - Tak ada rumah tangga yang sepi dari masalah. Tidak ada suami yang tidak pernah marah dan emosi. Meski demikian, seorang istri yang cerdas tahu bagaimana meredam kemarahan suaminya dengan tenang dan penuh kecintaan. Dengan adanya kemarahan, jangan pernah berpikir bahwa sumber cinta di antara keduanya telah mongering dan daun-daunnya telah rontok berguguran.


Kemarahan barangkali merupakan emosi yang paling buruk yang perlu kita tangani. Dari waktu ke waktu, siapa pun pernah mengalami perasaan ini. Beberapa penyebab umum kemarahan, antara lain frustasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, dan stress.

Untuk menjaga keberlangsungan cinta, hal ini tergantung dari seberapa besar sifat saling pengertian diantara pasangan suami-istri. Berikut ini adalah berbagai momen kita suami marah, dan tips bagaimana seharusnya Anda sebagai istri bersikap agar sumai Anda tetap sayang dan simpatik kepada Anda:

1. Jika Anda melihat suami marah dan kesal, berusahalah meredam amarahnya. Jangan sambut emosinya dengan keluhan mengenai anak-anak atau keruwetan dan keprihatinan masalah rumah  tangga yang lain. Jangan membantah dengan mengajukan pertanyaan tentang hal yag tidak mengenakkan kecuali jika dia mengutarakannya. Ingatlah sabda Rasulullah,”Siapa saja istri yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya meridhainya, maka dia masuk surga.”(HR. Ibnu Majah).

2. Jika Anda memang salah, maka segeralah minta maaf dan utarakan alasannya, sehingga suami merasa bahwa Anda menyadari tindakan tersebut adalah salah. Bersabarlah dengan ungkapan yang mungkin dilontarkannya kepada Anda. Jika Anda bersabar dan tidak merespon atau mengkritik balik, maka hal demikian telah membuang sebagian kemarahannya.

3. Jika suami yang marah sedang berbicara, maka jangan sekali-kali Anda menyela. Redakanlah dengan kata-kata lunak dan santun. Kata-kata seperti ini akan meluluhkan hatinya. Dia akan merasa bahwa Anda memerhatikan diri dan kecemasannya. Jangan membantah apa yang dikatakan atau diinstruksikannya jika memang itu baik.

4. Jika suami marah dalam posisi berdiri, ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik. Islam mengajarkan trik-trik mengatasi kemarahan, diantaranya:

(1) Jika sedang marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya duduk,
(2) jika sedang duduk hendaknya berbaring,
(3) bisa juga dengan mengambil air wudhu  agar mendinginkan emosi kita yang sedang bergolak.
(4) ajak suami untuk melakukan shalat sunnah. Dalam sebuah hadits dikatakan,”Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah dilehernya? Maka, barang siapa yang mendapatkan hal itu, hendaklah dia menempelkan pipinya dengan tanah (Sujud).” (HR. Tirmidzi)

5. Setelah Anda pastikan bahwa dia sudah lebih tenang, berinisitiflah melakoni hal-hal yang bisa mendatangkan keridahaannya. Inisiatif dilakukan oleh pihak yang lebih baik pemahaman agama dan akalnya di antara kedua pihak yang bertikai, atau siapa saja yang paling memungkinkan. Seperti yang dikatakan Abu Darda’ Kepada Ummu Darda’,istrinya,”Apabila aku marah, maka redakanlah kemarahanku. Dan jika engkau marah, aku pun akan meredakan kemarahanmu. Jika kita tidak melakukannya, maka bagaimana kita hidup rukun?” [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates: