Ini Akibatnya Jika Berteman Dengan Kaum Wanita Yang Berakhlak Buruk

Reportaseterkini.net - Berteman dengan Kaum Wanita yang Berakhlak Buruk. Betapa banyak wanita yang menderita, sedang penderitaannya ini disebabkan oleh teman yang buruk? Juga, betapa banyak wanita yang mengalami kesengsaraan diakhirat karena masuk neraka dalam keadaan tidak mati, tapi tidak juga hidup disebabkan oleh teman yang buruk? Teman itu sangat berpengaruh pada temannya. Ia bisa menuntun orang kepada keridhaan Allah, namun bisa juga menuntun ke neraka dan murka Dzat Yang Maha Perkasa. Karena itu, hendaknya seorang wanita memperhatikan siapa yang akan dijadikan teman dekatnya.


Abu dawud meriwayatkan bahwa Nabi Bersabda :
“Seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya. Maka, hendaknya salah seorang diantara kalian memperhatikan siapa yang akan dijadikan teman dekatnya.”

Al-Mubarakfuri di dalam Tuhfatul Ahwadzi, VII : 49, mengatakan,”Siapa yang kamu ridhai agama dan akhlaknnya, jadikanlah ia sebagai teman. Dan, siapa yang yang tidak demikian, jauhilah dia. Sebab, tabiat itu dapat memikat, dan persahabatan itu bisa memperbaiki atau merusak keadaan. Tidak salah bila seorang pujangga mengatakan dalam syairnya :
Tentang seseorang, jangan bertanya kepadanya, tapi tanyalah siapa temannya
Karena setiap orang itu mengikuti teman yang menyertainya
Jika kamu berada diantara suatu kaum, maka bersahabatlah yang terbaik diantara mereka
Jangan bersahabat dengan yang buruk , akibatnya kamu pun terpuruk lantaran keburukannya
Tidak diragukan lagi bahwa teman dan sahabat saling mempengaruhi antara yang satu dan lainnya.

Inilah yang ditegaskan oleh Nabi, Imam bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwa Nabi bersabda :
“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pande besi. Seseorang penjual minyak wangi  bisa jadi akan memberimu minyak wangi, atau kamu mebelinya, atau pun kamu akan mendapati aroma yang harum darinya. Sedangkan tukang pande besi, maka bisa jadi akan membakar bajumu, atau bisa pula kamu akan mendapati aroma yang  busuk  darinya,”

Dalam penjelasan hadits ini, Imam Nawawi mengatakan,”Hadits ini mengungkapkan keutamaan berteman dengan orang shlaih, baik, memiliki kepribadian yang luhur, berakhlak yang mulia, bersahaja, berilmu, dan beradab. Juga mengungkapkan larangan berteman dengan orang-orang yang buruk, perilaku bid’ah, dan yang suka membicarakan aib orang lain, atau gemar melakukan kedurhakaan.” [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates: