Begini Jawabannya Ketika Anak Bertanya : " Bu, Kenapa Kita Gak Bisa Lihat Allah? "

Reportaseterkini.net - BU, KENAPA KITA GAK BISA LIHAT ALLAH?”

Jangan jawab begini (jawaban yang keliru): “Karena Allah itu ghaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang”.



Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat al-Qur’an:

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Dzahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qur’an Surat Al-Hadid:3).

Dan ini dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan ghaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil al-Qur’an surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Dzat-Sifat-Asma (Nama) dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Dzat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Qur’an Surat An-Najm: 16-17). {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini :

“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”

Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )

“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi, bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!” [reportaseterkini.net]

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga :
loading...