3 Tips Untuk Kamu yang Ingin Menjadi Muslimah Sholehah

Reportaseterkini.net - Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: ”Dunia seluruhnya adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.”




1. Berlomba dalam Kebaikan karena Allah

Alhamdulillah. Muslimah yang beriman, selalu bersyukur atas keimanan dan keislaman yang dimiliki. Salah satu wujud syukur atas nikmat dan islam adalah dengan berlomba dalam kebaikan. Karena Allah telah memerintahkan dalam Al Qur’an.

Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada amal-amal kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (Q.s. Ali Imran: 114)

Banyak cara untuk berlomba dalam kebaikan, misalnya bersikap baik kepada tetangga. Hal ini telah Allah perintahkan dan Rasulullah contohkan.

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibubapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. 
(TQS. an-Nisa [4]: 36)

Dari Abû Hurairah, ia berkata; Rasulullah bersabda:

Wahai wanita-wanita muslimah, seorang tetangga tidak boleh menyepelekan tetangga yang lainnya meskipun mereka memberikan hadiah tulang kambing yang sedikit dagingnya. (Mutafaq ‘alaih).

Tetapi, pada zaman sekarang, untuk berlomba dalam kebaikan terutama dalam memperjuangkan syariah Islam dalam kehidupan, membutuhkan pengorbanan atas segala yang kita miliki, baik harta, waktu bahkan nyawa.

Cukuplah firman Allah sebagai penutup tulisan ini,


"Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."(QS.Al-hadid : 21)

2. Menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup

Ya ukhti, jagalah hatimu dan dirimu dengan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Al Qur’an yang merupakan mukjizat dari Allah membuat siapapun kagum atas keindahannya dan halusnya susunan Bahasa Al Qur’an. Bahkan beberapa pemuka dan penyair kafir Quraiys pun terkagum atas kitabullah ini.

Tetapi, jika kita melihat kenyataan yang ada saat ini, Al Qur’an hanya diambil sebagian saja sedangkan sebagian yang lain diabaikan. Padahal, hal itu bukanlah bentuk pengagungan terhadap Al Qur’an sebagai pedoman yang Allah turunkan. Ingatlah ketika Rasulullah mengadu kepada Allah yang terdapat dalam Al Qur’an.

Dan berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Quran ini sebagai sesuatu yang diabaikan” (TQS. al-Furqan [25]: 30)


Untuk itu keimanan kepada Al Qur’an haruslah maksimal, secara menyeluruh, hingga ayat per ayat yang ada di dalamnya. Karena satu ayat pun yang kita ingkari di dalamnya, dapat mengantarkan kedalam kekafiran.

3. Mencintai Rasulullah secara Kaffah

Mencintai Rasulullah merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Apalagi, Allah telah menjadikan Rasulullah sebagai kekasihNya. Bahkan, kita diperintahkan untuk mencintai Rasulullah melebihi diri sendiri.

Pada suatu hari Umar bin al-Khaththab berkata kepada Rasulullah, “Duhai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu, kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah saw. menjawab, “Tidak, Demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Lalu berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!”
(HR al-Bukhari dalam Shahîh-nya. Lihat: Fath al-Bâri, XI/523, no: 6632)

Bagi muslimah, wujud kecintaan kepada Rasulullah adalah dengan menjalankan apa yang diperintahkan beliau kepada wanita sholehah terdahulu terutama yang berhubungan dengan wanita. Seperti, memakai hijab syar’I, mentaati suami, mendidik anak dan lain sebagainya. [reportaseterkini.net]

Sumber : Ukhtistory.id

Subscribe to receive free email updates: